Oleh: alamsahabat | April 22, 2010

Bumi

Hari ini, 22 April 2010, dunia merayakan Hari Bumi. Tapi di dalam hati sanubari saya yang paling dalam, saya memendam pertanyaan: Apakah orang-orang peduli dengan Bumi? Dalam bentuk apa kepedulian itu?

Di dunia yang makin modern seperti sekarang, tampak mustahil kepedulian terhadap Bumi menjadi kesadaran bersama. Bagaimana tidak, gaya hidup manusia sekarang cenderung anti-lingkungan. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, berapa banyak energi listrik dan bahan bakar yang kita buang-buang percuma? Ini dalam skala kecil per individu. Belum dalam skala besar, di masyarakat, negara, bahkan dunia.

Seminggu lalu aku pergi ke mall baru di Pekalongan mengantar keponakan. Saya mengamati lalu lalang pengunjung mall. Di luar gedung berjejer ratusan sepeda motor dan mobil pengunjung. Di dalam mall suasana ramai orang berbelanja dan ada yang sekadar berjalan-jalan. Di sudut mall juga terlihat orang-orang sedang menikmati hidangan.

Aku bertanya, berapa mega watt kah listrik yang dibuang mall ini setiap harinya demi kenyamanan pengunjung? Adem, begitulah kesan yang terasa di setiap mall di mana pun.

Sejenak aku duduk di kursi di dalam mall. Sambil mengamati poster-poster yang menempel di dinding. Ada yang menarik perhatian. Mall itu memakai kantung yang bukan plastik, yakni semacam kantung goni. Apakah ini bentuk kesadaran perusahaan terhadap kondisi bumi yang makin mengkhawatirkan, atau ini sekadar hanya gaya hidup hijau (green living)?

Konon di Barat, green living di dasari pengetahuan yang lalu menjadi kesadaran bersama, bahwa model kehidupan modern (termasuk di sini model pembangunannya) makin merusak bumi. Namun di sini, apakah kita berangkat dari kesadaran seperti itu? Soalnya mereka yang bergaya hidup hijau bermobil mewah yang cc nya ribuan, yang rumahnya menghabiskan listrik ribuan kilo watt setiap harinya. Mudah-mudahan kita pada akhirnya juga sampai pada kesadaran seperti itu juga.

Sepulang dari mall, terlintas di pikiranku: global warming, perubahan iklim. Hatiku bergumam, “ah, terlalu sulit”. Adakah optimisme di balik kehidupan yang makin mengkhawatirkan bumi ini? Hatiku terhibur ketika para pegiat di Greenpeace, di Walhi, The Climate Project Indonesia dan di organisasi-organisasi lingkungan tanpa henti mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.

Selamat Hari Bumi!


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.